Jakarta, Gizmologi – Pabrikan raksasa asal Jepang, Sony baru saja meluncurkan smartphone flagship terbarunya yang hadir dengan peningkatan kamera serta desain yang dibuat sepenuhnya berbeda—setidaknya pada bagian modul kamera utama. Namun selang beberapa hari saja, kehadiran Sony Xperia 1 VIII justru menuai kontroversi di media sosial. Terutama pada bagaimana fitur AI terbarunya justru dinilai memperburuk kualitas foto yang diambil.
Ya, dari tahun ke tahun Sony memang masih secara rutin merilis smartphone flagship baru, dan tetap mengedepankan kualitas kamera. Kehadiran Sony Xperia 1 VIII pun sudah dinanti oleh para penggemar produk Sony. Juga bagi mereka yang mendambakan sebuah smartphone anti-mainstream. Mengingat smartphone flagship satu ini masih dibekali slot kartu microSD hingga jack audio 3.5mm.
Kedua fitur tersebut tidak hanya ditinggalkan flagship, bahkan smartphone kelas menengah sekalipun. Sony bahkan masih tetap sematkan bezel tebal baik di sisi atas dan bawah Sony Xperia 1 VIII. Meski memang, memberikan benefit tersendiri, baik untuk lokasi kamera selfie hingga speaker stereo dengan volume lebih kencang dan simetris.
Baca juga: Sony WF-1000XM6 Rilis, Beri Peningkatan Noise Cancelling dan Harga Rp5 Jutaan
AI Camera Assistant Justru Bikin Foto Sony Xperia 1 VIII Kurang Bagus?

Untuk memberikan peningkatan pada aspek kamera secara signifikan, Sony Xperia 1 VIII hadir dalam desain “ORE” terbaru, masih dirancang simetris pada semua sisinya, namun modul kameranya tak lagi terdiri dari tiga sensor yang disematkan sejajar. Kini modul sensor telefoto periskopnya berada di sisi paling bawah—dugaan kami, tidak lain karena dimensi sensor yang kini jauh lebih besar. Walaupun sudah kehilangan kemampuan untuk berikan rentang optical zoom khusus, namun berukuran 1/1,56 inci dan sudah mendukung kemampuan telemakro. Kurang lebih hampir empat kali lebih besar dibandingkan sensor telefoto generasi sebelumnya.
Kedua sensor kamera Sony Xperia 1 VIII lainnya kurang lebih masih sama, yakni ultra-wide 50MP f/2.0 16mm yang juga berukuran besar, dan sensor utama Exmor T 50MP f/1.9 24mm dengan dimensi sensor 1/1.35 inci, berlapis T* coating dan optik ZEISS yang mampu meningkatkan kejernihan dalam pengambilan gambar. Ketika hardware sudah terasa cukup maksimal, Sony memperkenalkan kemampuan baru yang ditujukan untuk mempermudah proses pengambilan gambar, lewat AI Camera Assistant yang ditenagai oleh Xperia Intelligence.
Mudahnya, fitur ini akan secara otomatis mengenali skenario dan obyek yang akan difoto, lalu menyarankan opsi warna yang sesuai, agar lebih menarik. Terdengar praktis dan cerdas, namun materi yang diunggah ke media sosial justru berkata sebaliknya. Di mana foto dengan AI Camera Assistant, terlihat kurang natural, over-exposure, atau bahkan pucat dalam beberapa skenario.
Tidak hanya warganet biasa maupun para tech YouTuber, Carl Pei, CEO Nothing pun turut berkomentar melalui akun X pribadinya, menduga bila pihak Sony sengaja mengunggah dan membiarkan materi digital tersebut tetap ada demi engagement. Hingga saat ini, unggahan Sony masih tetap ada, baik pada akun X resminya maupun akun Instagram resmi. Menurut Gizmo friends, apakah gambar yang diunggah tertukar, atau memang benar-benar itulah yang ingin ditunjukkan oleh Sony?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



