EssilorLuxottica dan Meta resmi membawa kacamata pintar Ray-Ban Meta dan Oakley Meta ke Indonesia pada 11 November 2026. Kehadirannya memperluas pilihan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI), yang memungkinkan pengguna mengakses sejumlah fitur digital tanpa harus terus-menerus memegang smartphone.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Meta AI juga mulai tersedia bagi pengguna di Indonesia. Teknologi ini menjadi salah satu fitur utama yang ditawarkan, mulai dari menjawab pertanyaan tentang objek di sekitar pengguna hingga membantu menerjemahkan percakapan secara langsung.
Meski mengusung fungsi serupa, kedua lini menyasar kebutuhan berbeda. Ray-Ban Meta lebih menonjolkan penggunaan sehari-hari dengan desain kacamata kasual, sedangkan Oakley Meta dirancang untuk mendukung aktivitas olahraga dan penggunaan luar ruangan. Keduanya juga hadir dengan beberapa pilihan model dan lensa, termasuk varian untuk pengguna kacamata resep.
Baca Juga; Meta Muse Naik Level dari Chatbot Kini Jadi Agen AI di Connect 2026
Ray-Ban Meta Hadir dengan Desain Wayfarer, Aviator, dan Zena

Untuk pasar Indonesia, Ray-Ban Meta (Gen 3) tersedia dalam tiga desain, yakni Wayfarer, Aviator, dan Zena. Kacamata ini menggabungkan kamera untuk mengambil foto dan video secara hands-free, speaker open-ear, serta Meta AI yang dapat diakses melalui perintah suara.
Pengguna bisa memanfaatkan perangkat ini untuk mendengarkan musik, menerima panggilan, mengirim pesan, hingga menerjemahkan percakapan secara langsung. Ada pula lini Ray-Ban Meta Optics yang menawarkan pilihan lensa bening, Transitions, Polarized, Blue Light Filter, hingga lensa resep. Model Blayzer Optics (Gen 2) dan Scriber Optics (Gen 2) turut melengkapi pilihan tersebut.
Oakley Meta Menyasar Pengguna Aktif dan Atlet

Berbeda dari Ray-Ban, Oakley Meta lebih berorientasi pada aktivitas fisik. Model HSTN dibekali kamera 3K Ultra HD, speaker open-ear, dan sertifikasi ketahanan air IPX4. Beberapa variannya juga menggunakan lensa Oakley PRIZM untuk membantu meningkatkan kontras dan kejelasan penglihatan.
Sementara itu, Oakley Meta Vanguard membawa kamera ultra-wide 12 MP dengan sudut pandang 122 derajat serta sertifikasi IP67. Kacamata ini juga mendukung integrasi dengan aplikasi kebugaran seperti Strava dan Garmin untuk memantau performa olahraga secara real-time.
Di Indonesia, Ray-Ban Meta Optics (Gen 2) dibanderol mulai Rp9.399.000, Ray-Ban Meta (Gen 3) mulai Rp8.999.000, Oakley Meta Vanguard Rp10.999.000, dan Oakley Meta HSTN mulai Rp8.799.000. Dengan harga tersebut, kacamata pintar ini masih berada di segmen premium, sehingga daya tariknya akan bergantung pada seberapa sering pengguna memanfaatkan fitur AI, kamera, dan audio yang ditawarkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

