Arkane Lyon, studio di balik gim Dishonored dan Deathloop, dikabarkan memiliki waktu hingga 13 November 2026 untuk menemukan pembeli sebelum Microsoft memutuskan penutupan studio tersebut. Informasi ini dilaporkan oleh surat kabar Prancis Le Monde, di tengah restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Microsoft terhadap bisnis Xbox sepanjang tahun ini.
Jika tidak ada kesepakatan dengan calon pembeli hingga tenggat tersebut, sebanyak 217 pekerjaan di Arkane Lyon terancam hilang. Studio ini sebelumnya juga terdampak pembatalan proyek gim Blade, yang disebut berkaitan dengan gelombang pemutusan hubungan kerja. Namun, hingga kini Microsoft belum mengumumkan keputusan final untuk menutup Arkane Lyon.
Ancaman tersebut menjadi bagian dari dampak lebih luas dari perubahan strategi bisnis Xbox. Restrukturisasi yang diumumkan pada 2026 dilaporkan mencakup ribuan pemangkasan pekerjaan serta perubahan di sejumlah studio gim. Meski demikian, nasib Arkane Lyon masih bergantung pada proses pencarian mitra atau pembeli yang saat ini berlangsung di Prancis.
Baca Juga: Capcom Konfirmasi Kebocoran Data, 11,77 Juta Akun Terdampak
Pencarian Pembeli Belum Menunjukkan Hasil Positif

Menurut laporan Le Monde, pencarian pembeli untuk Arkane Lyon belum berjalan sesuai harapan. Seorang perwakilan serikat pekerja di studio tersebut menyebut proses negosiasi menghadapi kendala, termasuk pembicaraan dengan Microsoft mengenai rencana pemutusan hubungan kerja bagi karyawan.
Aturan di Prancis mewajibkan perusahaan dengan lebih dari 1.000 karyawan melakukan pencarian pembeli selama setidaknya tiga bulan ketika berencana menutup suatu bisnis. Proses tersebut dijadwalkan berakhir pada 13 November. Serikat pekerja dilaporkan telah meminta perpanjangan waktu agar negosiasi dapat berlanjut dan peluang penyelamatan studio tetap terbuka.
Microsoft Masih Mencari Mitra untuk Arkane Lyon
Microsoft menyatakan masih mengeksplorasi berbagai opsi bagi Arkane Lyon dalam proses konsultasi yang berlangsung di Prancis. Perusahaan juga menyebut tengah mencari mitra yang dapat mendukung tahap pengembangan berikutnya sekaligus memungkinkan proyek terkait dirilis secara komersial.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penutupan belum menjadi keputusan yang diumumkan secara resmi. Namun, tanpa kesepakatan dengan pembeli atau mitra baru, masa depan studio dan ratusan karyawannya masih belum jelas. Bagi industri gim, situasi ini juga menambah ketidakpastian bagi studio pengembang yang terdampak perubahan prioritas dan efisiensi perusahaan besar. Keputusan selanjutnya diperkirakan akan bergantung pada hasil pencarian pembeli serta negosiasi yang berlangsung menjelang tenggat November.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

