Jakarta, Gizmologi – Tim Indonesia kembali ditandingkan dalam turnamen Free Fire World Series Southest Asia atau FFWS SEA 2026 Spring. Turnamen tahunan yang diselenggarakan oleh Garena ini telah memilih tim Indonesia terbaik untuk melawan tim Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Garena menjelaskan akan ada 18 tim yang akan bertanding di FFWS SEA 2026 Spring. Tim Indonesia yang bertanding ialah Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC dan Shadow Esports.
Pertandingan pun sudah dimulai sejak 24 April hingga 17 Mei 2026. Nantinya, 12 tim terbaik akan lolos ke Grand Finals yang digelar secara offline pada 30-31 Mei 2026 di Ho Chi Minh.
Baca Juga: Game Choppy Cuts, Saat Karakter Free Fire Berubah Jadi Tukang Cukur
Persiapan dan Komitmen Tim Indonesia Bertanding di FFWS SEA 2026 Spring

Pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring akan menghadirkan pertarungan 12 tim dari Grup A dan Grup B, termasuk dua wakil Indonesia, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu.
Bagi Bigetron, turnamen ini adalah momen untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim yang stabil bertahan di papan tengah. Tim Indonesia ini menginginkan juara di musim ini dan tidak hanya stabil menjadi tim di lobi FFWS SEA.
“Setiap musim kami punya keunikan dalam gaya bermain, melawan meta sampai menjadi juara itu prinsip yang kami pegang, kami akan buktikan dengan meta double sniper kami, bahwa kami tak terkalahkan,” ujar Chrisjo atau Christian Jonathan, Coach Bigetron by Vitality.
Sementara itu, bagi RRQ Kazu, kompetisi ini akan menjadi kesempatan baru untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya kuat di awal, tetapi juga siap menuntaskan perjalanan hingga akhir. Tim Indonesia ini tidak hanya ingin tampil bagus, namun juga ingin tampil sempurna.

Setelah laga pembuka hari ini, perjuangan tim Indonesia akan berlanjut pada Sabtu, 25 April 2026, saat EVOS Divine dan ONIC mulai turun bertanding dalam bentrokan 12 tim di Grup B dan Grup C, bersama RRQ Kazu. Lalu pada Minggu, 26 April 2026, penutup pekan pertama akan menghadirkan duel Grup A dan Grup C yang mempertemukan Bigetron by Vitality, ONIC, dan EVOS Divine.
Sebagai juara dunia, EVOS datang bukan hanya dengan status besar, tetapi juga dengan tuntutan untuk membuktikan bahwa mereka belum selesai. Coach EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (Leem), menilai musim ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa timnya masih inginkan kemenangan.
“Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Kami banyak belajar dari periode musim Fall 2025. Sekarang fokus kami adalah membangun lagi rasa lapar, disiplin, dan konsistensi untuk kembali bersaing di level tertinggi,” jelas Leem.
ONIC sang pemenang FFWS SEA 2025 Spring, ingin membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai penantang utama. Coach ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (AFM), mengatakan bahwa timnya ingin menjadikan musim ini sebagai jawaban atas semua pertanyaan itu.

Sementara itu, tim debutan Shadow Esports siap membawa warna baru Indonesia di panggung Asia Tenggara. Datang dari jalur juara FFNS 2026 Spring, Shadow Esports membawa semangat untuk mematahkan keraguan terhadap tim promosi dari kompetisi nasional.
FFWS SEA 2026 Spring sendiri hadir dengan format Knockout yang lebih singkat dan kompetitif. Jika sebelumnya berlangsung selama enam pekan, kini babak Knockout digelar dalam empat pekan.
Lima tim Indonesia datang ke musim ini dengan cerita yang berbeda, tetapi tujuan mereka sama. FFWS SEA 2026 Spring ini pun memiliki total hadiah USD 100 ribu. Kamu bisa menonton dan mendukung tim Indonesia di turnamen ini ke sosial media Free Fire Esports ID.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



