Jakarta, Gizmologi – Nintendo resmi menutup layanan Mario Kart Tour pada 29 September 2026 lalu. Mungkin banyak gamer yang melewatkan informasi ini, karena meskipun terhitung banyak yang memainkannya, namun sebenarnya versi lite dari Mario Kart ini tidak pernah benar-benar memenuhi ekspektasi. Perjalanan selama tujuh tahun pun berakhir tanpa pengumuman berarti, bahkan tidak ada peluang hadir dalam versi offline.
Dalam tujuh tahun beroperasi, Mario Kart Tour berhasil mengumpulkan lebih dari 200 juta download serta meraup sekitar 270 juta dolar dalam pendapatan sebelum akhirnya menutup. Angka itu mengesankan di permukaan, tapi jika dibandingkan dengan franchise lain, Mario Kart Tour tidak pernah menjadi hit besar yang diharapkan Nintendo. Pada saat pengumuman penutupan diumumkan, game hanya menghasilkan sekitar 650 ribu dolar per bulan, angka yang terus menurun sejak Nintendo menghapus mekanik gacha di akhir 2022 karena adanya kritik dari komunitas gamer.
Penutupan Mario Kart Tour mungkin realitas yang harus dihadapi Nintendo bahwa tidak semua platform dapat mereka kuasai. Dimulai dengan Super Mario Run pada 2016, Nintendo mencoba memecahkan pasar mobile dengan IP terkenal mereka, namun hasilnya selalu underwhelming dibandingkan dengan game mobile dari publisher lain.
Sebenarnya, timeline penutupan sendiri sudah dimulai sejak 7 Juli 2026 ketika Nintendo menghentikan pembelian Ruby currency dan membuat semua Gold Pass subscription gratis hingga akhir. Jadi pemain hanya punya waktu sekitar tiga bulan untuk menikmati game sebelum semuanya hilang. Ini adalah praktik baku Nintendo dalam menangani live-service shutdown, memberikan notis yang jelas tapi tetap membuat transisi yang agak kasar bagi pemain setia yang menghabiskan waktu dan uang.
Baca juga: Sony Patenkan Controller PlayStation dengan NFC untuk Pembayaran
Bisakah Mario Kart Tour Kembali?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah Nintendo akan mengembalikan Mario Kart Tour dalam bentuk lain? Jawabannya hampir pasti tidak. Nintendo tidak pernah membuat offline version untuk live-service game apapun yang mereka tutup, termasuk Fire Emblem Heroes, Animal Crossing: Pocket Camp, dan sejumlah game mobile lainnya. Keputusan bisnis ini sangat berbeda dengan bagaimana studio lain menangani shutdown, banyak yang setidaknya menawarkan offline build agar pemain bisa tetap memainkan game yang sudah mereka investasikan waktu dan uang.
Di sisi lain, konten Mario Kart Tour tidak benar-benar hilang semua. Ada part track dan item dari game mobile ini sudah di-repurposing menjadi DLC untuk Mario Kart 8 Deluxe di Switch, sebagai bagian dari Booster Course Pass. Artinya esensi dari Mario Kart Tour tetap hidup, hanya saja dengan format sesuai platformnya.
Tapi siapa tahu, mungkin di suatu hari nanti Nintendo akan membuat Mario Kart Tour: Remastered atau versi Switch 2 yang mengambil konsep original namun dalam format yang baru. Ya, kan?
Penutupan Mario Kart Tour sebenarnya jadi tamparan pahit tentang sifat live-service gaming: tidak ada jaminan sebuah game akan tetap ada selamanya. Untuk komunitas mobile gaming pun, hal semacam ini memperlihatkan risiko investasi waktu dan uang untuk bisa eksis di sana. Berbeda dengan game yang dibeli dan bisa dimainkan secara offline. Bagaimana menurutmu, Gizmo Friends?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

