Jakarta, Gizmologi – OpenAI mulai membawa ChatGPT ke ranah yang jauh lebih personal. Perusahaan tersebut resmi menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghubungkan akun finansial mereka langsung ke ChatGPT, mulai dari rekening bank hingga kartu kredit.
Fitur ini hadir lewat kerja sama OpenAI dengan Plaid, layanan koneksi finansial yang sudah dipakai ribuan institusi keuangan di Amerika Serikat. Dengan integrasi tersebut, pelanggan ChatGPT Pro di AS kini bisa mengakses dashboard keuangan langsung dari chatbot.
Di atas kertas, idenya terdengar cukup praktis. ChatGPT nantinya dapat membantu memantau pengeluaran, langganan bulanan, pembayaran mendatang, hingga performa portofolio keuangan pengguna. Namun di saat yang sama, langkah ini juga membuka diskusi baru soal privasi data dan seberapa jauh AI seharusnya mengetahui kondisi finansial seseorang.
Baca Juga: Biwin Siap Pamer Teknologi Penyimpanan Generasi Baru di COMPUTEX 2026
ChatGPT Bukan Sekadar Chatbot Lagi

Setelah akun finansial terhubung, pengguna bisa bertanya langsung soal kondisi keuangan mereka secara kontekstual. Misalnya, meminta saran penghematan, mengecek pola pengeluaran, atau menganalisis subscription yang dianggap tidak perlu.
OpenAI mengatakan lebih dari 200 juta orang sudah menggunakan ChatGPT untuk bertanya soal finansial setiap bulan. Dengan integrasi baru ini, chatbot bukan hanya menjawab secara umum, tetapi benar-benar memahami situasi finansial pengguna berdasarkan data aktual.
Fitur tersebut saat ini baru tersedia untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat melalui web dan aplikasi iOS. Pengguna juga diberi opsi untuk menghapus koneksi akun maupun menghapus “financial memories” yang tersimpan di sistem.
Praktis, Tapi Risiko Privasi Tetap Jadi Sorotan
Di satu sisi, integrasi AI dengan layanan finansial memang terasa seperti langkah alami berikutnya. Banyak aplikasi budgeting modern sudah memakai AI untuk membantu analisis pengeluaran atau perencanaan keuangan pribadi.
Namun ketika data tersebut masuk ke chatbot generatif seperti ChatGPT, kekhawatiran soal keamanan dan privasi otomatis ikut muncul. Apalagi OpenAI kini berpotensi memiliki akses terhadap data finansial jutaan pengguna, termasuk pola transaksi dan kebiasaan belanja mereka.
Meski OpenAI menekankan bahwa pengguna tetap memegang kontrol penuh atas koneksi akun, skeptisisme publik kemungkinan tetap sulit dihindari. Dalam beberapa tahun terakhir, isu keamanan data dan penggunaan informasi personal oleh perusahaan teknologi memang menjadi perhatian besar.
Kalau fitur ini sukses, bukan tidak mungkin ChatGPT akan berkembang menjadi semacam “financial assistant” personal di masa depan. Tetapi untuk sekarang, banyak pengguna kemungkinan masih akan berpikir dua kali sebelum menghubungkan rekening bank mereka langsung ke chatbot AI.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



