Jakarta, Gizmologi – OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Work, sebuah mode baru di dalam ChatGPT yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan kompleks yang terdiri dari banyak tahapan. Bersamaan dengan peluncuran keluarga model GPT-5.6, pembaruan ini menjadi salah satu perubahan terbesar yang pernah dilakukan OpenAI terhadap ChatGPT sejak pertama kali diluncurkan.
Baca juga: Cara Maksimalkan ChatGPT
Jika selama ini ChatGPT lebih dikenal sebagai chatbot untuk mencari informasi, membuat ringkasan, atau membantu menulis, kini OpenAI ingin mendorongnya menjadi AI yang benar-benar dapat bekerja. Melalui ChatGPT Work, pengguna cukup menjelaskan tujuan akhir yang ingin dicapai, sementara AI akan menyusun langkah-langkah yang diperlukan hingga menghasilkan dokumen, presentasi, laporan, spreadsheet, bahkan aplikasi web yang siap digunakan.
Perubahan ini juga mencerminkan arah baru industri AI. Setelah dua tahun berfokus pada chatbot generatif, perusahaan-perusahaan teknologi kini mulai berlomba menghadirkan AI agent, yakni sistem yang mampu menjalankan serangkaian pekerjaan secara lebih mandiri. OpenAI menjadi salah satu pemain yang membawa konsep tersebut langsung ke aplikasi ChatGPT yang telah digunakan sekitar satu miliar orang setiap pekan.
ChatGPT Work menangani pekerjaan dengan konteks lebih luas

Berbeda dengan mode Chat yang tetap ditujukan untuk percakapan sehari-hari, ChatGPT Work dirancang untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan konteks lebih luas. AI dapat memanfaatkan berbagai file, dokumen, maupun aplikasi yang telah dihubungkan pengguna untuk memahami sebuah proyek secara menyeluruh sebelum menghasilkan output yang lebih matang.
Dalam praktiknya, pengguna tidak lagi harus memecah pekerjaan menjadi puluhan prompt. Misalnya ketika ingin membuat campaign brief, menganalisis spreadsheet, mempersiapkan rapat, atau melakukan riset kompetitor, ChatGPT Work dapat menggabungkan berbagai sumber informasi menjadi satu hasil akhir yang siap ditinjau. Pengguna tetap memiliki kendali penuh terhadap izin akses data maupun persetujuan sebelum AI menjalankan tindakan tertentu.
Saat media briefing yang diadakan pada Senin (13/7), Zoe Knobel, Communications OpenAI regional APAC, mengatakan bahwa peluncuran ini merupakan evolusi terbesar ChatGPT sejak pertama kali diperkenalkan. “Ini adalah hal baru dan merupakan perubahan terbesar yang pernah kami lakukan pada ChatGPT sejak pertama kali merilis produk ini bertahun-tahun lalu. Untuk pertama kalinya teknologi AI agent kini tersedia bagi basis pengguna ChatGPT yang mencapai sekitar satu miliar orang di seluruh dunia,” ujar Zoe.
AI mulai bekerja lintas aplikasi
Salah satu kemampuan utama ChatGPT Work adalah integrasinya dengan berbagai aplikasi kerja yang sudah digunakan sehari-hari. OpenAI menghadirkan dukungan plugin untuk layanan seperti Gmail, Google Drive, Slack, Microsoft Teams, SharePoint, kalender, CRM, hingga berbagai project tracker, sehingga AI dapat bekerja menggunakan konteks yang berasal dari berbagai sumber sekaligus.
Dalam demonstrasi yang diperagakan oleh Gabriel Chua, Developer Experience OpenAI, ChatGPT Work diminta memeriksa Gmail, Slack, dan Google Calendar secara bersamaan. AI kemudian menyusun daftar prioritas pekerjaan, menemukan slot waktu kosong untuk rapat, hingga mengatur pengingat otomatis kepada anggota tim melalui Slack. Seluruh proses dilakukan hanya melalui instruksi menggunakan bahasa natural tanpa konfigurasi teknis yang rumit.
Demo lainnya memperlihatkan bagaimana ChatGPT Work mengolah ratusan foto sebuah acara, membaca catatan dari aplikasi Notes, menganalisis spreadsheet performa media sosial, lalu menghasilkan carousel LinkedIn dan website internal perusahaan. Menurut OpenAI, pendekatan ini menunjukkan bahwa AI kini tidak lagi sekadar merespons satu prompt, melainkan mampu memahami konteks pekerjaan dari berbagai sumber sekaligus.
Tanggapan OpenAI Terkait Kompetisi AI Enterprise

Menariknya, OpenAI juga menilai persaingan AI saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kecerdasan model. Saat menjawab pertanyaan Gizmologi mengenai kompetisi dengan Google, Anthropic, Microsoft maupun Alibaba, perusahaan menekankan bahwa pelanggan enterprise kini lebih memperhatikan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan dibanding sekadar kemampuan benchmark.
“Ini bukan hanya soal kinerja, terutama di segmen perusahaan kami yang saat ini menyumbang sekitar setengah dari bisnis kami, bersaing dengan segmen konsumen. Kami mendengar pelanggan kami menanyakan tentang efisiensi biaya di luar seberapa cerdas sistem tersebut. Dan GPT 5.6 adalah keluarga model kami yang paling cerdas sekaligus paling efisien yang pernah ada,” klaim Zoe.
Ia menambahkan, ukuran yang kini lebih relevan adalah cost per completed task, bukan hanya biaya per token. Dengan kata lain, perusahaan ingin mengetahui seberapa cepat AI mampu menyelesaikan sebuah pekerjaan secara utuh dengan biaya yang lebih rendah.
OpenAI mengklaim keluarga model GPT-5.6 dirancang untuk memberikan “lebih banyak hasil per dolar, dalam waktu lebih singkat, dengan token yang lebih sedikit”. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke dalam operasional sehari-hari dan membutuhkan efisiensi yang dapat diukur.
Zoe memberikan contoh dua model Terra dan Luna yang memberikan kinerja pemrograman yang lebih baik per dolar dan mengungguli pesaing dengan biaya sekitar seperempat dari perkiraan, serta latensi sekitar sepertiga dari yang diperkirakan. Jadi, model ini lebih efisien, lebih hemat biaya, dan lebih cepat. Lalu ada Sol, yang merupakan model terpopuler dalam keluarga OpenAI yang mengungguli Claude Fable 5, tapi menggunakan setengah jumlah token.
“Mengungguli pesaing terbesar kami berikutnya dengan menggunakan setengah jumlah token. Ini merupakan kemenangan besar bagi perusahaan kami dan bagi pelanggan. Jadi, bukan lagi sekadar soal model mana yang paling cerdas, ada banyak faktor lain yang selalu kami pertimbangkan, tetapi hal tersebut merupakan faktor kunci bagi kami saat ini,” imbuhnya.
Apa dampaknya bagi dunia kerja?
Peluncuran ChatGPT Work menjadi sinyal bahwa AI generatif mulai memasuki fase berikutnya. Jika sebelumnya AI lebih sering digunakan untuk membantu menulis, menerjemahkan, atau merangkum informasi, kini OpenAI ingin menjadikannya sebagai rekan kerja digital yang mampu mengerjakan rangkaian tugas dari awal hingga menghasilkan output siap pakai.
Bagi pekerja profesional, kemampuan tersebut berpotensi memangkas waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan administratif seperti menyusun laporan, membuat presentasi, mengolah data, atau berpindah-pindah antar aplikasi. Sementara bagi perusahaan, AI agent dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan produktivitas tanpa harus mengubah alur kerja yang sudah ada karena ChatGPT Work dapat terhubung langsung dengan ekosistem aplikasi yang telah digunakan.
ChatGPT Work mulai diluncurkan untuk pengguna Pro, Enterprise, dan Edu, sementara pengguna Plus dan Business akan menyusul dalam beberapa hari berikutnya. Di saat yang sama, aplikasi desktop ChatGPT terbaru untuk Mac dan Windows telah tersedia secara global, menghadirkan tiga mode utama—Chat, Work, dan Codex—dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

