Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta Meta untuk segera memulihkan akun WhatsApp masyarakat yang dinonaktifkan tanpa penjelasan detail ke pengguna.
Perusahaan induk WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Threads ini mengakui gangguan tersebut dipicu kesalahan sistem dan terjadi secara global, bukan hanya terdampak ke pengguna di Indonesia.
Terkait pengguna yang masih tidak mendapatkan akses ke akun WhatsApp mereka, Meta meminta agar mereka dapat mengajukan banding langsung melalui aplikasi. Perusahaan menjelaskan, laporan yang masuk akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp Web, , Kini Bisa Telepon & Video Call
Permintaan diaktifkannya kembali akun-akun aplikasi olah pesan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar.
Alexander menjelaskan, pemerintah telah menerima banyak aduan mengenai akun pengguna tiba-tiba dinonaktifkan. Kemudian, Kemkomdigi mengirimkan surat kepada Meta pada 14 Agustus 2026 untuk meminta penjelasan.
Karena respons yang diharapkan belum diterima, pemerintah akhirnya memanggil perwakilan WhatsApp Asia Pasifik untuk hadir secara langsung.
“Pertemuan dengan Meta hari ini khusus membahas masalah pemblokiran akun itu,” kata Alexander, sebagaimana dikutip dari keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).
Diketahui, Alexander bertemu Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik, Esther Samboh, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Meta Akui Ada Kesalahan di Sistem WhatsApp

Dalam pertemuan itu, Esther menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna WhatsApp di Indonesia yang kehilangan akses.
Ia menjelaskan, aplikasi olah pesan menggunakan sistem untuk mendeteksi akun dan aktivitas dianggap melanggar ketentuan layanan. Namun, kesalahan dalam proses tersebut membuat sejumlah akun yang tidak melakukan pelanggaran ikut dinonaktifkan.
“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini, kemudian sistem kami melakukan kesalahan,” ujar Esther.
Menurut perusahaan bentukan Mark Zuckerberg, mitigasi telah dilakuka untuk memulihkan akun terdampak. Meta juga menegaskan, masalah tersebut terjadi secara global dan tidak secara khusus menyasar pengguna Indonesia.
“Tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia,” katanya.
Cara Ajukan Banding Akun WhatsApp
Pengguna masih belum dapat mengakses akun dapat mengajukan banding melalui aplikasi WhatsApp. Permohonan tersebut kemudian akan diperiksa oleh tim WhatsApp.
“Proses tersebut akan ditinjau oleh WhatsApp dalam kurang dari 24 jam. Itu komitmen dari kami,” kata Esther.
Kemkomdigi meminta proses pemulihan berjalan lebih cepat, terutama karena WhatsApp digunakan masyarakat untuk komunikasi pribadi, pekerjaan, dan kegiatan usaha.
Pemerintah juga akan terus memantau penanganan aduan serta tindak lanjut Meta sampai akses pengguna yang terdampak kembali pulih.
WhatsApp Hadirkan Meta Business Agent di Indonesia
Di sisi lain, Meta terus menambahkan kemampuan masing-masing platform untuk membantu bisnis agar mampu berkomunikasi hingga melayani pelanggannya secara lebih ringkas sekaligus menyeluruh. Dan melalui gelaran WhatsApp Business Summit Indonesia yang digelar siang ini (11/8), bisnis di Indonesia akhirnya kebagian Meta Business Agent. Sebuah agen AI yang memiliki kapabilitas cukup lengkap dalam melayani pelanggan secara end-to-end.
Tentunya kehadiran Meta Business Agent sangat bermanfaat bagi bisnis dalam berbagai skala—pihak resmi WhatsApp sendiri sebutkan bila lebih dari 7 dari 10 masyarakat Indonesia (71%) mengirim pesan kepada bisnis setiap harinya, dan sebagian besar (83%) dari mereka merasa bila kehadiran agen AI telah berhasil membantu untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan lebih cepat sekaligus efisien.
Pihak WhatsApp sendiri juga sebutkan bila Indonesia termasuk salah satu negara yang andalkan perpesanan sebagai sarana utama komunikasi bisnis terbesar di dunia, dan dinilai siap untuk adopsi AI.
1 Juta Bisnis Pakai Meta Business Agent
Sandhya Devanathan, VP Meta untuk wilayah India dan Asia Tenggara mengatakan bila kini sudah ada lebih dari 1 juta bisnis yang sudah menggunakan Meta Business Agent di dalam platform WhatsApp maupun (Facebook) Messenger setiap minggunya secara global. Pertama kali debut pada awal Juni kemarin, ia meyakini bila kemampuan agen AI baru dari Meta satu ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan bisnis di Indonesia.
“Di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi perpesanan, melainkan tempat masyarakat memesan makanan, merencanakan perjalanan, dan terhubung dengan bisnis yang mereka percayai. Meta Business Agent membantu bisnis di Indonesia hadir dalam setiap momen tersebut melalui percakapan berbasis AI yang cepat, personal, dan tersedia 24 jam sehari.
Baik bagi perusahaan yang melayani jutaan pelanggan maupun pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengelola bisnisnya langsung dari ponsel,” jelas Sandhya saat ikut membuka WhatsApp Business Summit di Jakarta (11/8).
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

