Jakarta, Gizmologi – OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Images 2.0, generasi terbaru sistem pembuat gambar berbasis AI yang datang sekitar satu tahun setelah versi sebelumnya. Pembaruan ini membawa fitur yang cukup ambisius: kemampuan “thinking” atau penalaran untuk membantu proses pembuatan visual yang lebih kompleks.
Menurut OpenAI, ChatGPT Images 2.0 tidak hanya sekadar membuat gambar dari prompt teks. Sistem ini juga disebut mampu meneliti, menyusun informasi, lalu mengubahnya menjadi visual tingkat produksi seperti infografik, diagram, hingga materi presentasi yang lebih matang.
Jika klaim tersebut terbukti konsisten, ini bisa menjadi langkah besar dalam evolusi AI kreatif. Namun seperti teknologi generatif lain, pertanyaan soal akurasi, hak cipta, dan dampaknya terhadap profesi desain juga tetap akan muncul.
Baca Juga: macOS 26 Jadi Update Terakhir untuk Mac Intel, Apple Resmi Tutup Sebuah Era
Diklaim Buat Gambar Bisa Semakin Detail dan Minim Cacat

Salah satu fokus utama ChatGPT Images 2.0 adalah kemampuan menghasilkan infografik dan diagram dengan fidelitas lebih tinggi. Ini penting karena selama ini banyak generator gambar AI kuat di ilustrasi artistik, tetapi lemah saat diminta membuat visual informatif yang rapi dan mudah dibaca.
OpenAI juga menyebut model baru ini lebih baik dalam mengikuti instruksi prompt dan menjaga detail yang diminta pengguna. Dalam praktiknya, hal ini berarti hasil gambar diharapkan lebih konsisten dan tidak perlu terlalu banyak revisi.
Kemampuan mendukung berbagai bahasa juga menjadi poin penting. Jika benar meningkat signifikan, pengguna non-Inggris akan lebih mudah membuat materi visual tanpa harus menerjemahkan prompt terlebih dahulu.
Namun tantangan terbesarnya tetap sama: AI sering terlihat meyakinkan meski belum tentu akurat. Untuk infografik berbasis data, kesalahan kecil bisa berujung informasi menyesatkan.
Bidik Canva hingga Photoshop?
OpenAI juga memosisikan ChatGPT Images 2.0 sebagai pengganti aplikasi editing tertentu. Fitur seperti hapus background, ubah rasio gambar, hingga output delapan gambar sekaligus dalam resolusi 2K menunjukkan arah produk ini semakin dekat ke tool produktivitas visual.
Bagi pengguna umum, fitur seperti ini tentu praktis. Banyak orang hanya butuh hasil cepat untuk presentasi, media sosial, atau materi kerja tanpa harus belajar software desain profesional.
Namun bagi desainer profesional, AI seperti ini kemungkinan lebih cocok sebagai alat bantu ketimbang pengganti total. Kontrol detail, identitas brand, serta sentuhan kreatif manusia masih menjadi area yang sulit direplikasi sepenuhnya.
ChatGPT Images 2.0 tersedia untuk seluruh pengguna ChatGPT, sementara mode Images with thinking hanya untuk pelanggan Plus, Pro, Business, dan Enterprise. Pada akhirnya, OpenAI sedang mendorong AI visual dari sekadar generator gambar menuju asisten kreatif penuh. Tinggal seberapa akurat, stabil, dan etis implementasinya dalam penggunaan nyata.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



