Jakarta, Gizmologi – Sebagai salah satu pemain lama di industri teknologi finansial Indonesia, DOKU tidak hanya fokus pada transaksi digital, tetapi kini mulai memberikan perhatian serius pada jejak fisik yang ditinggalkan oleh aktivitas operasional mereka. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang juga jatuh bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-19 perusahaan, DOKU resmi meluncurkan sebuah inisiatif lingkungan bernama Green Pantry. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam pengelolaan limbah sirkular yang bertujuan mengubah sampah makanan di lingkungan kantor menjadi kompos yang memiliki nilai guna.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai perusahaan fintech pembayaran dan penyedia platform pembayaran digital terkemuka di tanah air, DOKU menyadari bahwa aktivitas harian di kantor tetap memberikan kontribusi terhadap penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Dengan kehadiran Green Pantry, perusahaan menargetkan untuk memangkas hingga 65 persen sampah organik, atau setara dengan sekitar 650 kilogram setiap bulannya, agar tidak berakhir di TPA.
Menyulap Limbah Makanan Menjadi Beyond Grow
Data internal menunjukkan bahwa dengan okupansi harian sekitar 150 hingga 170 karyawan, kantor DOKU menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulan. Menariknya, sebagian besar dari volume tersebut berasal dari limbah makanan. Melihat potensi limbah yang cukup besar ini, DOKU merancang sistem pengelolaan limbah terintegrasi yang dimulai langsung dari sumbernya, yaitu pantry kantor.
Melalui sistem Green Pantry, para karyawan diajak untuk terlibat secara aktif dalam memilah dan mengolah limbah makanan mereka sendiri. Proses pengomposan yang dilakukan tidaklah sembarangan. Limbah makanan tersebut diproses melalui serangkaian tahapan terkontrol untuk memastikan kualitas hasil akhirnya. Tahapan ini mencakup pengumpulan, dehidrasi untuk mengurangi kadar air, fermentasi, hingga tahap pematangan.
Hasil akhir dari proses pengolahan ini adalah produk kompos yang diberi nama BeyondGrow. Produk ini bukan sekadar limbah yang diolah, melainkan sarana untuk mendukung prinsip zero waste yang dapat dimanfaatkan kembali untuk penghijauan serta peningkatan kualitas tanah. BeyondGrow diklaim mampu meningkatkan kesuburan tanah serta daya serap air, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal. Sebagai bentuk komitmen untuk memperluas manfaatnya, DOKU bahkan membuka sistem pre-order terbatas bagi pihak luar yang ingin merasakan manfaat dari kompos BeyondGrow ini.
Filosofi Keberlanjutan di Balik Bisnis Digital

Meskipun bergerak di sektor ekonomi digital yang sering dianggap minim dampak fisik, DOKU menekankan bahwa setiap bisnis tetap meninggalkan jejak lingkungan. Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU, menyatakan bahwa melalui Green Pantry, perusahaan ingin membuktikan bahwa langkah-langkah sederhana di lingkungan kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur. Menurutnya, perubahan tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang masif; langkah kecil dari pantry kantor pun bisa memberikan dampak yang signifikan.
Hal senada diungkapkan oleh Nabilah Alsagoff, Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan cara perusahaan dalam mengintegrasikan tanggung jawab keberlanjutan korporasi ke dalam operasional sehari-hari. DOKU percaya bahwa keberlanjutan harus menjadi bagian integral dari cara kerja perusahaan. Dengan adanya sistem yang tepat dan keterlibatan langsung dari seluruh karyawan, dampak positif terhadap lingkungan dapat dikelola secara konsisten dan terukur.
Penerapan Green Pantry ini juga menjadi bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) yang lebih luas dari DOKU. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada pengelolaan limbah, tetapi juga mencakup efisiensi operasional secara keseluruhan serta peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Program ini dirancang sedemikian rupa agar mudah diterapkan dan bersifat scalable, dengan harapan dapat menjadi referensi bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia dalam membangun praktik operasional yang lebih berkelanjutan.
Eksistensi DOKU di industri teknologi Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Berdiri sejak tahun 2007 di bawah naungan PT. Nusa Satu Inti Artha, DOKU merupakan pionir lokal pertama yang berhasil menerima sertifikasi PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) Level 1 versi 3.2. Selama 19 tahun perjalanannya, DOKU telah berkembang menjadi platform pembayaran yang melayani lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala usaha dan lintas industri. Saat ini, DOKU juga memegang posisi strategis sebagai satu-satunya penyedia layanan pembayaran yang memiliki enam lisensi sekaligus dari Bank Indonesia. Lisensi tersebut mencakup payment gateway, transfer dana domestik, remitansi, PPOB, uang elektronik, dompet elektronik, operator QRIS, serta sebagai collecting agent untuk PNBP.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




