Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Poco M3 Punya Baterai 6,000 mAh & Snapdragon 662, Mulai Rp1,8 Jutaan

1 5.899

Bila awalnya hanya fokus merilis smartphone flagship dengan harga murah, perlahan jenama (brand) smartphone yang satu ini mulai berikan opsi yang lebih lengkap untuk beragam segmen harga. Setelah Poco X3 NFC yang cukup menggebrak pasar smartphone mid-range, kini diperkenalkan Poco M3 dengan desain yang segar.

Dirilis dalam sebuah acara daring (24/11), Poco kembali menegaskan bahwa perusahaan tersebut sudah berjalan secara independen, tanpa campur tangan Xiaomi. Meski memang di Indonesia sepertinya ditangani oleh orang yang sama. Beberapa pencapaian pun disampaikan, di antaranya telah memasuki 35 wilayah pasar global dalam tiga tahun dan menjual lebih dari 6 juta unit.

Baca juga: Xiaomi Buka Penjualan Perdana POCO X3 NFC Melalui Offline dan Online

Keunggulan Poco M3

Poco M3

Berbeda dengan Poco M2 yang punya desain sama persis menyerupai Xiaomi Redmi 9, Poco M3 hadir dengan desain yang sepenuhnya berbeda. Modul kamera belakangnya didesain penuh, mengingatkan kita terhadap smartphone OnePlus edisi Cyberpunk. Modulnya dibuat agar tidak terlalu menonjol, sementara permukaan bodinya dibuat dengan lapisan anti-fingerprint.

Tampak depan smartphone ini cukup generik, mengusung desain waterdrop notch untuk sematkan kamera depan 8MP. Dimensi panelnya punya besaran 6,53 inci, berjenis IPS dan sudah beresolusi full HD—bisa menjadi keunggulan di mana banyak smartphone sekelasnya masih gunakan resolusi HD+ saja. Plus sudah terlapis Gorilla Glass 3 untuk cegah goresan pada kaca depan.

Tak menggunakan chipset milik MediaTek, Poco sematkan chipset Qualcomm Snapdragon 662 octa-core yang cukup bertenaga, dengan fabrikasi 11nm hemat daya. Dipasangkan dengan kapasitas RAM 4GB LPDDR4x dan penyimpanan internal berjenis UFS 2.2 64GB/128GB. Chipset yang hemat daya tentunya bakal pas bila dikombinasikan dengan baterai besar.

Yang cukup unik, Poco M3 bakal menjadi smartphone dengan baterai terbesar dari seri lainnya, yaitu capai 6,000 mAh. Melalui port USB-C, isi dayanya juga sudah mendukung input 18 watt, bahkan dapat mengeluarkan output yang sama Ketika difungsikan sebagai pengisi daya (reverse charging). Poco mengklaim bila baterainya bakal tetap prima meski sudah digunakan hingga 2,5 tahun.

Dari klaim yang diberikan, baterai besar tersebut bisa digunakan hingga 1,5 hari pemakaian intensif, 3 hari pemakaian normal atau 5 hari pemakaian ringan. Sektor kamera juga tidak kalah diutamakan. Meski belum mengusung sensor ultra-wide, sensor utamanya beresolusi 48MP f/1.79 dan mendukung pixel binning, hasilkan foto 12MP dengan ukuran piksel 1,6um. Sementara dua sensor lainnya adalah sensor 2MP f/2.4 untuk foto jarak dekat (makro) dan depth sensor.

Dan bukan smartphone Poco bila tidak membawa fitur-fitur tambahan yang juga khas smartphone Xiaomi. Sebut saja sensor inframerah, jack audio 3,5mm, sensor sidik jari yang disematkan menyatu dengan tombol power serta speaker stereo. Jeroannya pun menggunakan MIUI 12 berbasis Android 10—Poco janjikan pembaruan Android 11 dalam waktu dekat.

Harga Poco M3

Poco M3

Dari spesifikasi di atas, nampaknya Poco berikan paket lengkap yang sangat menarik untuk sebuah smartphone kelas entri melalui Poco M3. Lalu berapa harga yang ditawarkan? Mulai dijual di Amerika Serikat 27 November mendatang, harganya mulai dari USD129 (Rp1,8 jutaan) untuk varian 4/64GB, dan USD 149 (Rp2,1 jutaan) untuk 4/128GB.

Di harga yang sama, bila dimasukkan resmi ke Tanah Air, Poco M3 bakal bersaing dengan saudaranya sendiri yaitu Redmi 9 yang miliki setup kamera lengkap, Samsung Galaxy M11 serta realme C12 yang juga miliki baterai 6,000 mAh.