Jakarta, Gizmologi – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mendorong alokasi spektrum upper 6GHz agar lekas terlaksana di Indonesia. Saat ini, pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) masih berada dalam tahap pembahasan kebijakan di Indonesia.
“Pemanfaatan Upper 6 GHz merupakan agenda strategis yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno.
Oleh karena itu, MASTEL hadirkan forum “Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia” sebagai wadah kolaborasi nasional dalam mendukung pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi pengembangan 5G-Advanced dan 6G. Forum ini mengundang berbagai pihak seperti pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, asosiasi industri, dan pelaku ekosistem digital.
Baca Juga: Apple Hentikan Mac Mini M4 256GB, Basis Storage Kini Naik Jadi 512GB
Mengapa MASTEL Mendorong Percepatan Alokasi Spektrum Upper 6GHz?

Menurut Sarwoto, dengan memanfaatkan spektrum upper 6GHz, bisa menghindari keterlambatan pengadopsian seperti yang terjadi pada 5G karena frekuensi dan ekosistem yang belum memadai. Keputusan strategis terkait alokasi ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap investasi digital, pengembangan jaringan, inovasi industri, serta daya saing nasional dalam mewujudkan Visi Digital Indonesia 2045.
Langkah ini diambil MASTEL sebagai penegasan komitmen untuk merespons kebutuhan mendesak akan ketersediaan spektrum frekuensi mid-bandyang memadai guna mendukung transformasi digital nasional. Mengutip detikInet, Sarwoto juga menekankan pentingnya Indonesia mengikuti harmonisasi standar global.
Menurutnya, pengembangan teknologi telekomunikasi tidak bisa dilakukan secara terpisah karena harus tetap kompatibel dengan ekosistem internasional. Contohnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI) juga akan semakin meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan telekomunikasi generasi berikutnya.

“AI bukan hanya akan melahirkan layanan baru, tetapi juga mengubah cara operator mengelola jaringan melalui otomatisasi dan optimasi berbasis kecerdasan buatan,” ungkap Sarwoto.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu mulai melakukan kajian komprehensif mengenai pemanfaatan spektrum, termasuk menghitung manfaat ekonomi dari setiap kebijakan penataan frekuensi. Melalui sinergi ini, MASTEL berharap dapat membangun pemahaman bersama demi terciptanya kebijakan spektrum nasional yang berkelanjutan, adaptif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di kancah global.

Sebagai bentuk komitmen nyata, seminar ini ditargetkan menghasilkan beberapa output krusial bagi pemerintah. Antara lain Deklarasi Bersama Industri mengenai dukungan terhadap pemanfaatan Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband, Ringkasan Eksekutif (Executive Summary), serta Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL.
Selain itu, forum ini juga merekomendasikan pembentukan Working Group yang berfokus pada pengembangan spektrum 5G-Advanced dan 6G. Seminar nasional ini juga meliputi dua sesi panel strategis membahas Nilai Utama Spektrum Upper 6 GHz untuk Manfaat Masyarakat dan Ekonomi Digital dan membahas Peta Jalan Kebijakan Strategi Upper 6 GHz Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

