Jakarta, Gizmologi – Keputusan Sony untuk menghentikan produksi media game fisik mulai tahun 2028 terus memicu perdebatan di kalangan komunitas gaming. Kebijakan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam ekosistem PlayStation, mengingat format cakram fisik selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari industri konsol.
Reaksi pemain pun beragam. Sebagian melihat langkah ini sebagai konsekuensi logis dari meningkatnya popularitas distribusi digital, sementara yang lain menganggapnya sebagai hilangnya hak kepemilikan yang selama ini dinikmati pengguna. Kekhawatiran tersebut bahkan memunculkan petisi daring bertajuk “Don’t Kill the Disc” yang mengajak perusahaan game untuk tetap mempertahankan distribusi fisik.
Perdebatan ini muncul di tengah perubahan strategi industri game secara keseluruhan. Baik Sony maupun Microsoft disebut tengah mengarahkan bisnis mereka ke layanan digital dan ekosistem yang lebih terintegrasi. Namun, perubahan tersebut berpotensi mengubah cara konsumen membeli, menyimpan, hingga menjual kembali koleksi game mereka di masa depan.
Baca Juga: CEO Sony Beri Sinyal PS6 Bisa Dijual di Atas Rp14 Juta
Sebagian Pemain Mulai Pertimbangkan Beralih ke PC

Sebuah survei yang dilakukan media komunitas PlayStation, Push Square, menunjukkan adanya potensi pergeseran minat pemain. Dari ribuan responden yang berpartisipasi, sekitar 45 persen mengaku mulai serius mempertimbangkan beralih ke PC gaming setelah pengumuman penghentian media fisik tersebut.
Alasan yang paling sering disebut adalah hilangnya opsi kepemilikan fisik. Bagi sebagian pemain, cakram game tidak hanya berfungsi sebagai media instalasi, tetapi juga koleksi yang dapat dipinjamkan, dijual kembali, atau disimpan dalam jangka panjang. Di sisi lain, pendukung distribusi digital berpendapat bahwa model ini menawarkan kemudahan akses, pembaruan yang lebih cepat, dan tidak memerlukan ruang penyimpanan fisik.
Harga Konsol Generasi Berikutnya Jadi Sorotan
Selain isu media fisik, harga konsol generasi berikutnya juga menjadi perhatian. Sejumlah rumor menyebut biaya produksi PlayStation 6 berpotensi mendekati angka US$1.000, meskipun hingga saat ini Sony belum memberikan konfirmasi resmi terkait harga maupun spesifikasinya.
Jika harga tersebut menjadi kenyataan, daya tarik konsol sebagai platform gaming yang lebih terjangkau dibanding PC bisa berkurang. Dalam survei yang sama, cukup banyak responden menyatakan lebih memilih membangun atau membeli PC gaming ketimbang membeli PS6 dengan harga tinggi. Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampaknya terhadap pasar. Keputusan akhir konsumen nantinya akan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari harga perangkat, ketersediaan game eksklusif, hingga strategi yang diterapkan Sony dan Microsoft dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan platform PC.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

