Jakarta, Gizmologi – Kehadiran Apple MacBook Neo sempat jadi kejutan di pasar laptop. Dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding lini MacBook lain, perangkat ini menawarkan performa yang cukup solid untuk kebutuhan harian. Namun, bukan berarti tanpa kritik, terutama soal penggunaan chip mobile dan kapasitas RAM yang terbatas.
Sejak awal, banyak yang mempertanyakan keputusan Apple menggunakan chip kelas smartphone seperti A18 Pro di MacBook Neo. Ditambah lagi dengan RAM hanya 8GB, yang dianggap kurang untuk kebutuhan multitasking modern, apalagi di segmen laptop produktivitas.
Kini, rumor baru mulai beredar. Apple disebut tengah menyiapkan upgrade signifikan untuk MacBook Neo generasi berikutnya yang kemungkinan hadir pada 2027. Meski masih jauh, arah pengembangannya sudah mulai terlihat jelas.
Baca Juga: iPhone Fold Masuk Tahap Produksi Uji Coba, Apple Kejar Rilis Bareng iPhone 18 Pro
Kabarnya akan Gunakan A19 Pro dan RAM Lebih Besar

Menurut laporan terbaru, MacBook Neo versi 2027 akan dibekali chip A19 Pro, yang juga digunakan pada lini iPhone terbaru. Secara teknis, ini masih merupakan SoC mobile, tetapi peningkatan generasi biasanya membawa efisiensi dan performa yang lebih baik.
Selain itu, peningkatan yang cukup signifikan juga terlihat di sektor memori. Jika saat ini hanya 8GB, generasi baru dikabarkan akan membawa RAM hingga 12GB. Kenaikan sekitar 50 persen ini tentu akan memberikan dampak nyata, terutama untuk multitasking dan aplikasi yang lebih berat.
Namun, ada catatan penting. GPU yang digunakan masih disebut akan tetap menggunakan konfigurasi 5-core, berbeda dengan versi iPhone yang bisa memiliki 6-core GPU. Artinya, peningkatan performa grafis mungkin tidak terlalu drastis.
Apple Terlihat Serius dengan Laptop Entry?
Menariknya, ada analisis yang menyebut bahwa MacBook Neo saat ini menggunakan chip yang awalnya tidak lolos standar untuk iPhone. Dengan kata lain, Apple memanfaatkan “defective silicon” untuk produk yang lebih terjangkau.
Strategi ini bisa dilihat sebagai langkah efisiensi produksi, sekaligus cara Apple menekan harga. Tapi di sisi lain, hal ini juga menimbulkan pertanyaan soal positioning produk—apakah MacBook Neo memang ditujukan sebagai entry-level, atau sekadar memanfaatkan sisa komponen?
Jika rumor upgrade ini benar, maka Apple tampaknya ingin memperbaiki persepsi tersebut. Dengan peningkatan chip dan RAM, MacBook Neo berpotensi menjadi opsi yang lebih seimbang antara harga dan performa. Meski begitu, selama masih mengandalkan SoC mobile, perdebatan soal kapabilitasnya dibanding laptop konvensional kemungkinan masih akan terus berlanjut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



