Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

WhatsApp Klarifikasi Data Aman, Kominfo Minta Lindungi Privasi Pengguna

0 3.114

Jadi sampai hari ini, sudah berapa orang yang berpindah ke aplikasi kirim pesan Telegram dan Signal? Fenomena ini terjadi pasca WhatsApp berikan pengumuman bila mereka akan memulai untuk membagikan informasi pengguna ke perusahaan lain yang masih dimiliki atau bekerja sama dengan Facebook. Otomatis, privasi pengguna menjadi terancam.

Performa unduhan WhatsApp pun turun drastis setelah notifikasi aturan baru tersebut bermunculan di smartphone penggunanya. Dan menjadi kompetitor, Signal serta Telegram mengalami kenaikan yang sangat pesat, karena dinilai lebih aman. Untuk meluruskan isu ini, WhatsApp baru saja rilis halaman frequently asked questions (FAQ) baru terkait data penggunanya.

Halaman tersebut memberikan sebuah rangkuman, bermaksud agar penggunanya tidak perlu khawatir informasi privat mereka akan dibagikan oleh pihak ketiga. Seharusnya, pihak WhatsApp berikan informasi serupa lebih awal, agar penggunanya tidak panik dan mengalami misinformasi, sampai harus berpindah platform demi privasi yang lebih baik.

Baca juga: Duh! Mulai 8 Februari WhatsApp Bakal Bagikan Data Pengguna

WhatsApp Tegaskan Data Apa Saja yang Bakal Tetap Aman

Selain gambar yang diunggah oleh WhatsApp melalui akun media sosial Twitter resminya di atas, WhatsApp juga rilis halaman khusus untuk penjelasan lebih lanjut, yang bisa Gizmo friends akses pada link berikut ini. Di awal halaman tersebut, pihak WhatsApp tegaskan bila aturan baru mereka tidak akan mengganggu privasi kirim pesan kepada teman maupun keluarga dan lainnya.

Melainkan, pembaruan informasi keamanan yang bakal diterapkan secara penuh 8 Februari mendatang hanya berdampak pada komunikasi pengguna terhadap akun WhatsApp Business. Di mana, interaksi ini bersifat opsional dan lagi-lagi tidak berpengaruh bila pengguna saling komunikasi antar akun personal.

“Baik pihak WhatsApp dan Facebook tidak bisa membaca pesan maupun mendengar telepon dengan teman, keluarga sampai rekan kerja yang dilaksanakan lewat WhatsApp. Apa pun yang Anda bagikan, itu tetap di antara Anda,” jelas pihak WhatsApp lewat halaman di atas.

Lebih lanjut, WhatsApp juga tidak menyimpan catatan siapa saja yang dihubungi baik lewat teks maupun suara, termasuk melihat lokasi yang dibagikan oleh pengguna. Informasi di dalam grup pribadi juga akan tetap aman, terenkripsi end-to-end dan tidak dibagikan ke Facebook untuk kepentingan iklan.

“Untuk privasi tambahan, Anda dapat memilih untuk mengatur pesan agar menghilang dari obrolah setelah Anda mengirimnya.” Pengguna juga bisa mengunduh seluruh data yang ada di server WhatsApp, untuk mengetahui apa saja yang bisa mereka simpan.

Komunikasi dengan Akun Bisnis Tetap Bakal Dibagikan

WhatsApp Business

Di bagian penutup halaman FAQ tersebut, pihak WhatsApp terangkan bila akun bisnis bakal memanfaatkan layanan hosting dari Facebook. Dengan begitu, pemilik bisnis bisa berinteraksi dengan pelanggan, sampai tampilkan produk langsung dari akun WhatsApp Business-nya.

Saat pengguna berinteraksi dengan akun bisnis, pihak Facebook atau WhatsApp dapat melihat apa yang penggunanya katakan, dan mungkin menggunakan informasi tersebut untuk tujuan iklan, termasuk iklan di Facebook. Hal ini mungkin yang masih harus diwaspadai.

Terutama, sekarang ini lebih banyak pengguna personal yang mengubah akunnya menjadi WhatsApp Business. Alasannya bisa beragam, salah satunya agar bisa menggunakan dua aplikasi WhatsApp dalam satu smartphone, bagi mereka yang tidak memiliki fitur dual messenger. Bila memang dirasa membutuhkan platform yang lebih aman, sila berpindah ke Signal atau Telegram.

Kominfo Telah Temui Pihak WhatsApp Terkait Kebijakan Privasi

Menteri Kominfo Johnny G Plate
Menteri Kominfo, Johnny G. Plate

Selain klarifikasi dari pihak WhatsApp, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga meminta platform WhatsApp serta Facebook untuk terapkan pelindungan data pribadi. Melalui siaran pers yang dirilis 11 Januari kemarin, Menteri Kominfo, Johnny G. Plate tekankan agar pengelola kedua platform terapkan prinsip perlindungan data pribadi.

Diinformasikan bila pihak Kementerian Kominfo dan perwakilan dari WhatsApp/Facebook regional Asia Pasifik telah bertemu untuk membahas pembaruan kebijakan privasi kemarin. “Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo menekankan agar WhatsApp/Facebook serta pihak-pihak terkait melakukan beberapa hal,” terang Johnny.

Yang pertama adalah untuk menjawab dan berikan penjelasan kepada masyarakat Indonesia mengenai kekhawatiran yang muncul dalam beberapa hari belakangan. Mungkin hal inilah yang juga memicu WhatsApp untuk rilis halaman FAQ terbaru.

Kedua, Kementerian Kominfo mendorong WhatsApp/Facebook regional Asia Pasifik untuk tingkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan. Beberapa poin di antaranya yaitu melaksanakan pemrosesan data pribadi sesuai prinsip yang berlaku, menjamin pemenuhan hak-hak pemilik data pribadi, serta kewajiban lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menteri Johnny juga tekankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan layanan yang tersedia secara daring. “Dengan selalu membaca kebijakan privasi serta dokumen syarat dan ketentuan, sebelum menggunakan suatu layanan & memberikan persetujuan penggunaan data pribadi,” tambahnya.