Jakarta, Gizmologi – Amazfit merilis seri baru Cheetah 2 Pro sebagai smartwatch premium yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para pelari dan penggemar olahraga outdoor. Kehadiran jam tangan pintar ini menjadi pembaruan signifikan dari lini Cheetah, membawa peningkatan pada desain material hingga daya tahan baterai yang kini jauh lebih tangguh.
Perangkat wearable cerdas ini sudah dapat dibeli secara langsung melalui situs resmi Amazfit maupun berbagai mitra ritel pilihan di pasar Amerika Serikat dengan banderol US$449,99. Meski begitu, pihak pabrikan hingga saat ini belum memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait jadwal perilisan resminya untuk pasar lain, termasuk Indonesia.
Amazfit membekali perangkat baru ini dengan material Grade 5 Titanium pada bagian rangkanya, yang kemudian dipadukan dengan kaca sapphire crystal untuk melindungi area depan dari goresan ekstrem saat digunakan di alam liar. Layar sentuh utamanya menggunakan panel AMOLED berukuran 1,32 inci dengan resolusi tajam 466 x 466 piksel dan tingkat kerapatan mencapai 353 ppi. Menariknya, visibilitas layar jam ini diklaim sangat mumpuni bahkan di bawah terik matahari berkat tingkat kecerahan puncak yang sanggup menyentuh angka 3.000 nits. Bobot jam tangan ini juga tergolong ringan di kelasnya, yakni hanya 45,6 gram tanpa menyertakan tali silikon berukuran 22mm bawaannya.
Fitur pemantauan kesehatan masih jadi salah satu pilar utama yang diandalkan oleh Amazfit berkat penyematan sensor biometrik terbaru mereka, BioTracker 6.0 PPG. Modul sensor optik canggih ini memastikan akurasi tinggi dalam melacak berbagai metrik vital pengguna, mulai dari detak jantung secara real-time, kadar oksigen dalam darah (SpO2), hingga fluktuasi suhu tubuh harian. Lebih dari itu, algoritma pemantauannya kini mampu menganalisis variabilitas detak jantung, fase tidur mendalam, serta kualitas pernapasan secara presisi. Pembaruan modul sensor kesehatan ini secara langsung ditujukan untuk memastikan setiap pengguna mendapatkan data analitik kebugaran yang setara dengan instrumen medis milik atlet profesional.
Sementara itu, kebutuhan navigasi di medan terpencil, jam pintar ini dipersenjatai dengan antena GPS dual-band yang mendukung enam sistem satelit global, mencakup GPS, Galileo, GLONASS, BeiDou, dan QZSS. Konektivitas berbasis satelit tersebut bekerja selaras dengan dukungan memori internal berkapasitas besar, yakni mencapai 32GB, yang langsung disediakan dari pabrik.
Daya tahan perangkat didukung secara penuh oleh baterai berkapasitas 540 mAh yang siap mengakomodasi jadwal latihan intensif harian tanpa perlu terlalu sering diisi ulang. Manajemen penggunaan daya pada sistem jam ini diklaim sangat efisien, di mana jam tangan mampu bertahan hingga 20 hari penuh dalam mode smartwatch standar. Namun, jika pelari mengaktifkan mode pelacakan GPS secara penuh dan terus-menerus di luar ruangan, perangkat ini sanggup menyala nonstop selama kurang lebih 31 jam. Fleksibilitas ketahanan daya ini memastikan para pelari maraton atau penggiat ultrarunning tidak akan kehilangan data perekaman olahraga mereka di tengah perlombaan jarak jauh.
Baca juga: WhatsApp Akhirnya Hadir di Smartwatch Garmin, Bisa Apa Saja?
Integrasi Zepp Coach dan Fitur Ekstra pada Amazfit Cheetah 2 Pro

Berjalan dengan sistem operasi Zepp OS 5.0, antarmuka jam ini dirancang sangat intuitif dengan membawa dukungan hingga 170 mode olahraga yang berbeda guna menyesuaikan rutinitas fisik pengguna. Nilai jual utamanya semakin diperkuat oleh kehadiran asisten kecerdasan buatan Zepp Coach yang bertugas meracik jadwal latihan terstruktur berdasarkan riwayat dan performa lari pengguna sebelumnya.
Metrik kebugaran lanjutan seperti tingkat VO2 Max, beban latihan harian (Training Load), hingga estimasi waktu pemulihan fisik (Training Effect) akan terus dikalkulasi secara otomatis oleh sistem. Fitur pelatih pintar ini bertindak selayaknya pendamping profesional yang akan selalu memperingatkan pengguna guna mencegah risiko cedera akibat porsi latihan yang berlebihan.
Berbeda dari iterasi seri pendahulunya, model pro dari Amazfit ini sudah menggunakan sistem pencahayaan senter LED ganda yang mampu memancarkan mode cahaya putih maupun merah sesuai kebutuhan visibilitas medan sekitar. Inovasi perangkat keras yang krusial ini secara spesifik memberikan lapisan keamanan ekstra bagi para pelari yang rutin melakukan aktivitas fisik di waktu subuh maupun saat malam hari yang minim penerangan jalan.
Amazfit juga turut membenamkan sistem speaker dan mikrofon terintegrasi di dalam bodi jam tangan yang sudah bersertifikasi ketahanan air hingga 5 ATM tersebut. Keberadaan komponen audio nirkabel ini memungkinkan pengguna untuk menerima panggilan telepon via konektivitas Bluetooth 5.3 tanpa harus repot mengeluarkan gawai pintar dari dalam saku mereka.
Sebagai penantang serius di segmen jam tangan lari premium kelas atas, perangkat keras besutan Zepp Health ini diposisikan untuk mengusik dominasi merek-merek mapan dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Sebuah ulasan teknologi dari portal Tom’s Guide bahkan secara eksplisit menyoroti nilai tinggi yang ditawarkan jam pintar ini dari segi kelengkapan fitur dan efisiensi biayanya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



