Jakarta, Gizmologi – Phison mengumumkan kolaborasi dengan Intel dalam ajang Computex 2026. Kerja sama ini bertujuan untuk memungkinkan AI PC menjalankan model AI yang lebih kompleks tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kapasitas DRAM yang besar.
Seiring perkembangan AI PC yang semakin mengarah ke penggunaan model AI secara lokal, kebutuhan memori juga ikut meningkat. Menjalankan model AI yang lebih besar, terutama jenis Mixture-of-Experts (MoE), sering kali membutuhkan kapasitas RAM tinggi yang belum tentu dimiliki semua perangkat.
Solusi yang ditawarkan datang melalui teknologi Pascari aiDAPTIV milik Phison. Teknologi ini diklaim mampu memperluas kapasitas memori efektif dengan memanfaatkan kombinasi DRAM dan NAND Flash berperforma tinggi, sehingga perangkat dapat menangani beban kerja AI yang lebih berat secara lokal.
Baca Juga: Intel Perkenalkan Xeon 6+ dan Ethernet E835, Siap Hadapi Era AI yang Semakin Kompleks
Phison Klaim AI Lebih Besar Bisa Berjalan di PC dengan RAM 16GB

Menurut Phison, aiDAPTIV bekerja dengan memanfaatkan penyimpanan NAND sebagai bagian dari sistem memori untuk kebutuhan AI. Dengan pendekatan tersebut, model AI yang sebelumnya membutuhkan kapasitas RAM lebih besar dapat dijalankan pada konfigurasi memori yang lebih rendah.
Dalam pengujian internal perusahaan, Phison menyebut model AI berukuran 26 miliar parameter dapat berjalan pada sistem dengan RAM 16GB menggunakan aiDAPTIV. Sebagai perbandingan, model yang sama disebut membutuhkan RAM 32GB apabila dijalankan tanpa teknologi tersebut.
Jika klaim tersebut terbukti konsisten dalam penggunaan nyata, pendekatan ini berpotensi menarik bagi produsen laptop maupun pengguna yang ingin menjalankan AI secara lokal tanpa harus membeli perangkat dengan kapasitas memori besar. Namun, performa aktualnya tetap akan bergantung pada jenis model, beban kerja, serta optimasi perangkat lunak yang digunakan.
Fokus pada AI Lokal dan Kurangi Ketergantungan Cloud
Kolaborasi Phison dan Intel juga mencakup dukungan terhadap platform Intel Core Ultra Series 3 serta integrasi dengan toolkit OpenVINO. Keduanya disebut tengah bekerja sama untuk menghadirkan optimasi yang memungkinkan pengembang menjalankan aplikasi AI lebih besar langsung di perangkat pengguna.
Di Computex 2026, Phison mendemonstrasikan antarmuka chatbot lokal yang menjalankan model MoE berukuran besar menggunakan aiDAPTIV. Selain itu, perusahaan juga memperlihatkan implementasi OpenClaw, framework AI open-source yang mampu mengombinasikan pemrosesan AI lokal dan cloud sesuai kebutuhan.
Tren menjalankan AI secara lokal memang semakin menarik perhatian industri karena menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari privasi data yang lebih baik hingga pengurangan biaya penggunaan layanan cloud. Meski begitu, pendekatan ini juga menghadirkan tantangan baru terkait performa, efisiensi daya, serta kebutuhan penyimpanan yang lebih tinggi. Kolaborasi antara Phison dan Intel menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut, terutama bagi generasi AI PC berikutnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



